Mengenal Buya AI, dan Isi Rak Kitabnya
Buya AI saya kembangkan sendiri, jadi tulisan ini jelas berpihak. Untuk pembahasan yang lebih berjarak soal AI keagamaan yang mengarang rujukan, silakan baca Ketika AI Mengarang Halaman Kitab.
Kenapa Buya AI perlu ada
Untuk menjelaskan kenapa saya membangun ini, saya harus mundur agak jauh, ke cara umat ini mewariskan ilmunya.
Dulu orang belajar dari kitab fisik. Jalur ilmunya jelas: pernyataan merujuk ke kitab, kitab ditulis ulama, dan siapa pun bisa membuka halamannya untuk memeriksa. Lalu datang gelombang digitalisasi. Program seperti Maktabah Syamilah, yang memuat ribuan kitab dan ukurannya bisa sampai puluhan gigabyte, pada awalnya justru ditolak sebagian kalangan, karena dianggap menghilangkan nuansa membuka kitab asli. Tapi perhatikan satu hal: sekeras apa pun penolakannya waktu itu, kitab digital masih kitab. Teksnya utuh, penulisnya jelas, halamannya bisa dirujuk. Yang berubah cuma medianya.
Teknologi kemudian berangkat lebih jauh, dan di sinilah sesuatu yang lebih mendasar ikut berubah. Ribuan kitab fisik dipindai dan didigitalkan, lalu teks hasil digitalisasi itu terserap menjadi data latih AI. Di dalam proses pelatihan, semuanya dilebur: satu judul kitab yang sama, dari penerbit dan cetakan yang berbeda-beda, masuk dan bercampur menjadi satu endapan pengetahuan. Hasilnya, AI memang "tahu banyak" tentang isi kitab, tapi tidak bisa lagi membedakan sebuah teks itu ada di kitab yang mana, cetakan yang mana, halaman berapa. Jalur telusur yang selama berabad-abad dijaga, putus di dalam mesin.
Sementara itu perilaku kita bergeser ke arah yang berlawanan. Orang makin enggan membuka kitab digital, apalagi kitab fisik; cukup tanya AI, selesai. Padahal pengetahuan AI tentang kitab yang ditanya itu tadi, sudah campur aduk. Kalau perilaku ini dianggap sepele dan dibiarkan bertahun-tahun, akibatnya bukan sekadar salah kutip di sana-sini: lama-lama tidak jelas lagi sumber pengetahuan Islam yang tersebar dalam kitab-kitab muktabar yang sudah "dimakan" AI itu, karena semua orang terlalu mengandalkan hasil training, bukan kitabnya.
Memang, sebagian model AI terbaru kini bisa mengakses internet langsung. Mereka bisa membuka shamela.ws, turath.io, dan situs digitalisasi kitab lainnya. Tapi ini pun tidak bisa diandalkan, karena AI tidak tahu situs mana yang legitimate dan kredibel. Dia akan mencari ke mana-mana, termasuk ke situs olahraga, situs berita, dan situs kesehatan yang sengaja membuat konten keagamaan demi lalu lintas pengunjung. Artinya, makin lama pengetahuan keislaman yang otentik akan makin bias, dan makin tidak bisa ditelusuri lagi asal sumbernya.
Itulah tujuan Buya AI dibangun: menjaga supaya jalur dari jawaban kembali ke kitab tidak putus. Prinsip kerjanya satu saja: menjawab dari kitab yang benar-benar ada di koleksi, dan mengatakan tidak punya ketika kitab itu memang belum tersedia di database pengetahuan.
Cara kerja Buya AI
Tiap pertanyaan diubah dulu jadi pencarian ke basis data kitab. Yang ketemu di sana itulah yang dipakai jadi bahan jawaban, dan kalau tidak ketemu apa-apa, tidak ada yang dikarang untuk menambal.
Makanya tiap jawaban selalu membawa nama kitab, juz atau jilid, halaman, dan cetakan yang ditelusuri.
Bagian cetakan ini yang biasanya dianggap remeh orang. Padahal penomoran halaman kitab klasik bisa beda jauh antar cetakan, dan menyebut halaman tanpa menyebut cetakan sama saja memberi angka yang tidak bisa diperiksa siapa pun.
Isi koleksi per 14 Agustus 2026
149.536 bagian teks dari 41 sumber/kitab, ditambah mushaf lengkap 30 juz. Semuanya diimpor utuh, bukan ringkasan.
Al-Qur'an
6.236 ayat, 114 surah, lengkap dengan terjemahan Indonesia, nomor juz, status Makkiyyah/Madaniyyah, dan tartib nuzul.
Tafsir
| Kitab | Penulis | Penerbit, cetakan, dan jumlah |
|---|---|---|
| Tafsir al-Qur'an al-'Azhim | Ibnu Katsir (700-774 H) | Dar Thayyibah, Riyadh. Cet. II, 1420 H/1999 M. 8 jilid. Tahqiq: Sami bin Muhammad as-Salamah |
| Tafsir al-Jalalain | Jalaluddin al-Mahalli (w. 864 H) dan Jalaluddin as-Suyuthi (w. 911 H) | Dar al-Hadits, Kairo. Cet. I. 827 halaman |
| Tafsir al-Maraghi | Ahmad Musthafa al-Maraghi (w. 1371 H) | Mustafa al-Babi al-Halabi, Mesir. Cet. I, 1365 H/1946 M. 30 juz |
| At-Tafsir al-Maudhu'i li al-Qur'an al-Karim | Ahmad bin Abdullah az-Zuhrani | Universitas Islam Madinah. Edisi 85-100, Muharram 1410 - Dzulhijjah 1413 H. 170 halaman |
Hadis
Sembilan kitab induk, 38.102 hadis: Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan an-Nasa'i, Sunan at-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Sunan ad-Darimi, dan Muwaththa' Malik.
Penomorannya mengikuti penomoran cetakan baku yang lazim dipakai. Berbeda dengan kitab lain di halaman ini, koleksi hadis belum menyimpan kartu bibliografi per-kitab, sehingga data penerbit dan cetakan belum bisa saya cantumkan sedetail yang lain. Pembakuan sumbernya sedang dikerjakan dan halaman ini akan diperbarui begitu selesai.
Syarah hadis
| Kitab | Penulis | Penerbit, cetakan, dan jumlah |
|---|---|---|
| Fath al-Bari bi Syarh al-Bukhari | Ibnu Hajar al-'Asqalani (773-852 H) | al-Maktabah as-Salafiyyah, Mesir. Cet. "as-Salafiyyah I", 1380-1390 H. 13 jilid, ditambah Hady as-Sari sebagai jilid terpisah menjadi 14. Penomoran kitab, bab, dan hadis: Muhammad Fuad Abdul Baqi (w. 1388 H). Penyuntingan: Muhibbuddin al-Khathib (w. 1389 H) |
| Hady as-Sari Muqaddimah Fath al-Bari | Ibnu Hajar al-'Asqalani | al-Maktabah as-Salafiyyah, Mesir. Cet. "as-Salafiyyah I", 1380 H. 493 halaman |
Fiqih
| Kitab | Penulis | Penerbit, cetakan, dan jumlah |
|---|---|---|
| Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu | Wahbah az-Zuhaili (w. 1436 H) | Dar al-Fikr, Damaskus. Cet. IV yang direvisi. 11 jilid, jilid ke-11 berupa indeks |
| Al-Umm | Imam asy-Syafi'i (150-204 H) | Dar al-Fikr, Beirut. Cet. II, 1403 H/1983 M, dicetak ulang 1410 H/1990 M. 8 juz dalam 5 jilid |
| Al-Fiqh 'ala al-Madzahib al-Arba'ah | Abdurrahman al-Jaziri (w. 1360 H) | Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, Beirut. Cet. II, 1424 H/2003 M. 5 jilid |
| Al-Mughni | Ibnu Qudamah (541-620 H) | Maktabah al-Qahirah. Cet. I, 1388 H/1968 M - 1389 H/1969 M. 10 jilid. Tahqiq: Taha az-Zaini, Mahmud Abdul Wahhab Fayid, Abdul Qadir Atha (w. 1403 H), dan Mahmud Ghanim Ghaith |
| Al-Mabsut | Syams al-A'immah as-Sarakhsi | Matba'at as-Sa'adah, Mesir; dicetak ulang oleh Dar al-Ma'rifah, Beirut, Lebanon. Tahqiq: kumpulan ulama. 30 jilid teks |
| Kitab al-Amwal | Abu 'Ubaid al-Qasim bin Sallam (w. 224 H) | Dar al-Fikr, Beirut. 729 halaman. Tahqiq: Khalil Muhammad Harras |
| Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid | Ibnu Rusyd al-Hafid | Dar al-Hadits, Kairo. 1425 H/2004 M. 4 juz dalam 2 jilid |
| Fath al-Qarib al-Mujib fi Syarh Alfazh at-Taqrib | Muhammad bin Qasim al-Ghazzi | al-Jaffan wal-Jabi dan Dar Ibn Hazm, Beirut. Cet. I, 1425 H/2005 M. 1 jilid |
| Matan Abu Syuja' (al-Ghayah wat-Taqrib) | Abu Syuja' al-Ashfahani (w. 593 H) | 'Alam al-Kutub. 48 halaman |
Ulumul Qur'an
| Kitab | Penulis | Penerbit, cetakan, dan jumlah |
|---|---|---|
| Al-Itqan fi 'Ulum al-Qur'an | Jalaluddin as-Suyuthi (w. 911 H) | al-Hai'ah al-Mishriyyah al-'Ammah lil-Kitab. 1394 H/1974 M. 4 jilid. Tahqiq: Muhammad Abul Fadhl Ibrahim (w. 1401 H) |
Sejarah dan sirah
| Kitab | Penulis | Penerbit, cetakan, dan jumlah |
|---|---|---|
| Al-Kamil fi at-Tarikh | Izzuddin Ibnu al-Atsir (w. 630 H) | Dar al-Kitab al-'Arabi, Beirut. Cet. I, 1417 H/1997 M. 10 jilid. Tahqiq: Umar Abdussalam Tadmuri |
| As-Sirah an-Nabawiyyah | Ibnu Hisyam (w. 213 H) | Mustafa al-Babi al-Halabi, Mesir. Cet. II, 1375 H/1955 M. 2 jilid. Tahqiq: Mustafa as-Saqqa dan rekan |
| Ar-Rahiq al-Makhtum | Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (w. 1427 H) | Dar al-Fikr, edisi khusus Dar wa Maktabah al-Hilal, Beirut. Terbit 2002 M. 459 halaman |
Akidah dan eskatologi
| Kitab | Penulis | Penerbit, cetakan, dan jumlah |
|---|---|---|
| At-Tadzkirah bi Ahwal al-Mawta wa Umur al-Akhirah | Al-Qurthubi (w. 671 H) | al-Maktabah al-'Ashriyyah, Beirut. Terbit 1423 H/2003 M. 2 jilid. Takhrij hadis dan catatan: ad-Dani bin Munir Al Zahwi |
Doa dan dzikir
| Kitab | Penulis | Penerbit, cetakan, dan jumlah |
|---|---|---|
| Al-Adzkar an-Nawawiyyah | Imam an-Nawawi (w. 676 H) | Dar Ibn Katsir, Damaskus-Beirut. Cet. II, 1410 H/1990 M. 638 halaman. Tahqiq: Muhyiddin Mistu |
| Hishn al-Muslim min Adzkar al-Kitab wa as-Sunnah | Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani | Mathba'ah Safir, Riyadh. 152 halaman |
| Syarh Hishn al-Muslim | Majdi bin Abdul Wahhab al-Ahmad | Mathba'ah Safir, Riyadh. 354 halaman. Dikoreksi dan dikomentari langsung oleh penulis Hishn al-Muslim |
Khutbah Jumat
| Kitab | Penulis | Penerbit, cetakan, dan jumlah |
|---|---|---|
| Khuthbah al-Jumu'ah wa Ahkamuha al-Fiqhiyyah | Abdul Aziz bin Muhammad al-Hujailan | Kementerian Urusan Islam Saudi, Pusat Riset dan Kajian Islam. Cet. I, 1423 H/2002 M. 1 jilid, 420 halaman |
| Khuthbah al-Jumu'ah fi al-Kitab wa as-Sunnah | Abdurrahman bin Muhammad al-Hamd | Kementerian Urusan Islam Saudi. Cet. I, 1419 H. 1 jilid, 52 halaman |
| Uslub Khuthbah al-Jumu'ah | Abdullah bin Dhaifullah ar-Ruhaili | Kementerian Urusan Islam Saudi, 1419 H. 25 halaman |
| Manhaj fi I'dad Khuthbah al-Jumu'ah | Shalih bin Abdullah bin Humaid | Kementerian Urusan Islam Saudi, 1419 H. 47 halaman |
| Khuthab al-Masjid al-Haram 1432 H | Beberapa penulis | Perpustakaan Masjid Nabawi (mktaba.org). 54 halaman |
| Khuthab al-Masjid an-Nabawi 1432 H | Beberapa penulis | Perpustakaan Masjid Nabawi (mktaba.org). 54 halaman |
Seluruh data penerbit, cetakan, tahun, jilid, halaman, dan pentahqiq di atas saya ambil dari kartu bibliografi pada berkas sumber masing-masing kitab, bukan dari ingatan dan bukan dari ringkasan. Kalau ada yang tidak cocok dengan cetakan yang Anda pegang, kemungkinan besar cetakan itu memang berbeda, dan justru alasan kenapa cetakan selalu disebutkan.
Tiga hal yang bekerja di belakang layar
Selain kitab-kitab di atas, ada tiga komponen lain yang tidak kelihatan tapi ikut menentukan hasilnya.
Al-Mu'jam al-Mufahras li Alfazh al-Qur'an al-Karim
Kamus indeks kata Al-Qur'an, 73.768 entri, untuk mencari ayat lewat lafaz dan akar katanya. Jadi kalau Anda cuma ingat potongan bunyi ayat dan lupa surah mana, bagian inilah yang bekerja.
Lisensi berkas asal CC BY-NC-SA 3.0 lewat Shamela.org, dengan izin pemakaian yang sudah diperoleh.
Al-Itqan untuk nama-nama lain surah
Selain masuk sebagai kitab utuh di koleksi ulumul Qur'an, satu bagian Al-Itqan dipakai secara khusus: bab "النوع السابع عشر: في معرفة أسمائه وأسماء سوره" halaman 178-201, tentang nama-nama Al-Qur'an dan nama-nama surahnya.
Dari bab itu diambil daftar nama lain untuk 38 surah. Jadi ketika Anda menyebut "Ummul Kitab", "Fusthath al-Qur'an", atau "al-Fadhihah", Buya AI tahu surah mana yang Anda maksud, dan bisa menunjukkan bahwa nama itu memang tercatat di Al-Itqan, bukan sekadar sebutan populer.
Murattal, sekadar pelengkap
Memutar bacaan ayat dengan qari Yasser ad-Dussary, lewat pustaka audio EveryAyah. Ini di luar korpus teks dan memang bukan bagian inti, tapi cukup membantu waktu menyiapkan materi.
Yang belum ada di koleksi
Masih banyak kitab muktabar yang belum masuk ke database RAG Buya AI. Tiga puluh enam kitab itu angka yang kecil kalau ditaruh di samping khazanah keilmuan Islam yang sebenarnya, dan saya tidak mau berpura-pura sebaliknya. Melengkapi koleksi ini komitmen personal saya, dan akan saya kerjakan bertahap seiring waktu.
Kalau Anda bertanya lewat kitab yang memang belum tersedia, misalnya Tafsir Al-Misbah atau Al-Majmu' Syarh al-Muhadzab, kira-kira begini jawaban Buya AI:
Maaf, Tafsir Al-Misbah belum tersedia dalam corpus tafsir Buya AI. Tafsir yang saat ini tersedia mencakup Tafsir al-Qur'an al-'Adzim (Ibnu Katsir), Tafsir Al-Jalalain, Tafsir Al-Maraghi, dan At-Tafsir Al-Maudhu'i li al-Qur'an al-Karim (Az-Zuhrani).
Yang penting di situ justru apa yang tidak dia lakukan. Dia tidak mengarang jilid dan halaman. Dia juga tidak diam-diam mengambil tafsir lain lalu mengaku itu Al-Misbah. Dan dia menyebutkan apa saja yang memang tersedia, supaya Anda bisa memilih sendiri.
Untuk pertanyaan fiqih, pembedaan itu bahkan lebih halus. Sistem bisa menyatakan bahwa pertanyaan Anda masih dalam cakupan, tetapi kitab yang Anda sebut belum ada di koleksi. Pembedaan seperti itu cuma bisa dilakukan sistem yang memegang daftar isi rak buku sendiri.
Koleksi ini terus bertambah
Daftar di atas bukan janji tentang isi selamanya. Ini keadaan hari ini saja.
| Saat rilis, 17 Juli 2026 | Per 31 Juli 2026 | Per 14 Agustus 2026 | |
|---|---|---|---|
| Sumber/kitab | 21 | 36 | 41 |
| Bagian teks | 90.850 | 100.876 | 149.536 |
Lima belas kitab masuk dalam dua minggu setelah rilis:
| Tanggal | Kitab yang masuk |
|---|---|
| 22 Juli | Al-Umm karya Imam asy-Syafi'i |
| 23 Juli | Enam kitab khutbah Jumat, termasuk kumpulan khutbah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tahun 1432 H |
| 24 Juli | Al-Adzkar an-Nawawi, Hishn al-Muslim, dan syarahnya |
| 25 Juli | Matan Abu Syuja' |
| 26 Juli | Fath al-Qarib |
| 27 Juli | Bidayat al-Mujtahid dan Kitab al-Amwal |
| 28 Juli | At-Tadzkirah karya al-Qurthubi |
Targetnya sepuluh bidang keilmuan, masing-masing minimal sepuluh kitab. Tiap penambahan lewat pemeriksaan yang sama: cakupan harus utuh, kehilangan karakter di bawah ambang, dan penomoran halaman wajib cocok dengan cetakan asli. Kitab yang gagal di salah satu titik itu tidak diloloskan.
Jadi daftar di halaman ini akan diperbarui, bukan dibiarkan usang.
Silakan diuji sendiri
Tidak perlu percaya artikel ini. Tiga pertanyaan ini bisa Anda pakai ke AI keagamaan mana pun, termasuk ke Buya AI:
- "Ada di kitab apa, jilid berapa, halaman berapa, cetakan mana?" Lalu tanyakan lagi dengan kalimat berbeda. Jawaban yang berubah berarti menebak.
- "Coba saya koreksi nomor halaman." Yang langsung mengiyakan lalu menguraikan isi halaman baru yang pas dengan koreksi Anda, itu sedang tidak membaca apa-apa.
- "Ini dari basis data kitab, atau dari data latih model?"
Cara paling cepat: tanyakan kitab yang Anda tahu belum tersedia. Yang berani bilang belum punya lebih layak dipercaya daripada yang selalu punya jawaban.
Panduan lengkap ketiga uji ini, termasuk cara membaca hasilnya perilaku demi perilaku, ada di artikel studi kasus.
Batasan Buya AI
Penelusuran menekan halusinasi, tapi tidak menghapusnya. Tidak ada sistem yang bebas kesalahan seratus persen dan saya tidak mengklaim begitu. Yang berkurang nyata cuma satu jenis kesalahan: rujukan yang dikarang untuk kitab yang tidak pernah dibuka.
Buya AI bukan mufti. Dia tidak berfatwa dan tidak memutuskan pendapat mana yang paling benar di antara madzhab. Tugas dia menyajikan apa yang tertulis beserta letak persisnya. Keputusan tetap di tangan Anda dan guru Anda.
Buya AI juga bukan pengganti guru. Sanad keilmuan tidak berpindah lewat aplikasi.
Belum ada pengujian tolok ukur formal. Buya AI belum pernah dinilai dengan alat ukur akademik seperti IslamicEval, IslamicFaithQA, maupun QIAS. Karena itu tidak ada satu pun angka performa di halaman ini. Yang bisa saya tawarkan bukan skor, tapi perilaku yang bisa Anda periksa sendiri dalam satu menit.
Buya AI itu GRATIS
Bukan masa percobaan yang habis setelah beberapa hari, lalu memaksa Anda membayar. Gratisnya memang gratis.
Tanpa daftar akun. Buka ai.oyabuya.com, langsung coba. Tiga prompt gratis setiap hari, tanpa perlu mendaftar apa pun.
Setelah daftar akun. Ada kuota gratis yang menyegar setiap hari, selamanya, tanpa biaya. Untuk pemakaian sehari-hari yang tidak terlalu padat, ini biasanya sudah cukup.
Kalau butuh lebih banyak, ada dua pilihan:
| Pilihan | Harga | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Bayar sesuai pakai (PAYG) | Isi saldo mulai Rp5.000 | Pemakaian yang tidak menentu. Saldonya tidak hangus |
| Langganan bulanan | Rp69.900 | Pemakaian rutin dan intens |
| Langganan tahunan | Rp799.000 | Pemakaian jangka panjang |
Tidak ada kontrak dan tidak ada tagihan berulang otomatis. Kalau periode langganan habis, akses berhenti, dan Anda bisa membeli lagi kapan saja kalau memang perlu.
Tersedia juga lewat Telegram di @BuyaAI_bot.
Kalau ada yang keliru
Tolong laporkan, terutama kalau ada sitasi yang tidak cocok dengan kitab asli. Untuk produk yang seluruh nilai bertumpu pada akurasi rujukan, laporan semacam itu jauh lebih berguna daripada pujian.